Menu
Masuk
Pohon-pohon Yang Berbicara
Eko Hartono
69
Dilihat
3
Suka
0
Komentar


           Tubuhnya tidak sekekar dan seliat saat muda dulu. Tubuh itu tampak kurus dengan keriput dan tulang yang menonjol pada beberapa bagian. Kelopak matanya cekung, menyembunyikan sepasang matanya yang tajam meskipun disaput kabut. Dahinya yang lebar terlukis garis-garis horisontal penanda dari musim-musim kehidupan yang telah dilaluinya.

           Meskipun kerentaan memakan usianya, namun ia masih tampak gesit dan lincah menaiki dan menuruni lereng-lereng perbukitan. Sambil memanggul ikatan ranting kering atau keranjang berisi rerumputan. Telapak kakinya yang tak beralas menyusuri jalan setapak berbatu dan kadang licin di musim hujan. Jika sedikit saja silap, ia bisa terpeleset dan jatuh ke dalam jurang yang dasarnya penuh bebatuan runcing mencuat ke atas.

           Tapi pengalaman mengajarkannya untuk selalu waspada dan hati-hati. Lebih dari setengah usianya yang mencapai kepala enam dihabiskan menggulati hutan dan menyisir lereng perbukitan. Bisa dikatakan saban hari, sepanjang tahun, ia memasuki hutan. Mencari kayu bakar untuk menghidupkan pawon, rumput untuk pakan ternak, atau mengambil hasil alam lainnya seperti madu, damar, rotan, g...

Rekomendasi
Lihat lagi